Terkadang jujur bisa sangat menyakitkan dan menghancurkan, karena itu dulu saya lebih memilih berbohong dan menyembunyikan semuanya ketimbang mengatakan dan menyakitinya.
Hingga sekarang saya masih bertanya kepada Allah. Dimana letak keadilan itu, meskipun saya tau Allah selalu adil. Saya hanya belum paham dimana letaknya. Kesakitan, sikapnya, perilakunya, kta2 kasarnya, saya selalu memaafkannya. Menganggapnya tidak pernah ada. Dulu tepat disisinya adalah tempat saya, tpi justru karena kesalahan saya pula lah saya membuatnya mendapatkan orang lain untuk menempati posisi itu.
Mencintai wanita itu seperti saya mencintainya. Berusaha sekuat mungkin agar wanitanya tidak merasa bersalah dan tersakiti karena saya. Menimpakan segala beban dan kesalahan pada pundak saya, menempatkan kesesakan dan air mata di relung hati saya. Saya tau saya kuat selama saya masih memiliki iman di hati saya, saya tau saya harus bertahan hidup untuk menebus kesalahan dan dosa saya. Saya tau seharusnya saya menyingkir jauh dari kehidupan dan hubungan mereka bertiga, tapi apa daya saya saat terkadang cemburu bisa membabi buta dengan begitu mudahnya? Saya tau menyesal tidaklah menyelesaikan segala hal. Tapi menyesal bisa menekan keinginan kita untuk tau, dan paham dimana letak kesalahan kita dan mulai memperbaikinya. E
Tidak ada komentar:
Posting Komentar