Senin, 23 November 2015
Jumat, 20 November 2015
Beginikah rasanya?
Apakah begini rasanya sakit hati?
Rasanya kecewa?
Marah dan merasa dkhianati?
Rasa itu bercampur menjadi satu.
Kubiarkan kalian menikam hatiku setiap saat, kubiarkan kalian mengabaikanku semau kalian, kubiarkan juga kasih sayangku tetap mengalir untuk kalian. Tanpa rencana, tanpa jeda, tanpa terbata-bata. Kubuat hatiku keras seperti baja tapi nyatanya tak bisa. Kulindungi perasaanku dengan segenap upaya tpi tetap saja binasa. Aku terpuruk, semoga suatu saat aku kuat saat memutuskan pergi bersama luka.
Selasa, 17 November 2015
Tanya
Bolehkah aku bertanya?
Saat klian mulai dekat dengan mas dnang, apakah kalian tidak memikirkan kmungkinan bahwa teman kalian yg lain akan tersakiti? Saya?
Saat klian mulai keluar bersama, bercanda, berfoto bertiga tidakkah klian akan berfikir bahwa saya cemburu?
Saat klian menyentuh2 tubuhnya, menyembunyikannya dari saya dan membuatnya menempel dengan kalian tidakkah kalian berfikir saya akan kecewa?
Saat salah satu dari kalian terlibat cinta bersama mas dnang dan berlanjut tidakkah klian berfikir klian menginjak harga diri saya? Meskipun sekarang kalian tau saya tak punya harga itu lagi?
Saat kalian menggantikan peran saya disisi mas dnang tidakkah kalian berfikir seberapa sesak yang saya rasakan?
Saat klian mulai menyebut2 kata mama dan mengobrol dengan sangat lugas, tidakkah klian berfikir mungkin saja saya marah?
Tidakkah klian berfikir luka yg kalian buat akan terasa lebih sakit saat kalian menyembunyikan kebenarannya dan saya mulai tau sedikit demi sedikit?
Saya tau, saya tidak memiliki hidup itu lagi. Allah meminjamkan kehidupan itu untuk saya dan berharap saya mengambil hikmahnya. Saya tau, Allah tidak akan memberikan saya cobaan diatas kemampuan saya. Allah terkadang berbelas kasih dan meniupkan pada saya ketegaran itu, tapi saat saya mengetahui kenyataan yg lain, kalian tidak mau berbelas hati dan membuat saya tersungkur kembali.
Hai teman-temanku..
Maukah klian melakukan satu hal yang sangat berat seperti saya melakukannya? Maukah kalian tidak lagi punya, bersama, atau ikatan apapun dengan Sona Danang Jati?
Senin, 16 November 2015
Sakit lagi
Tidak perlu membuat hati saya remuk karena hati sya sudah tak berbentuk.
Tidak juga butuh alasan lain untuk membuat saya terluka krna ckup dengan satu kalimat saya sudah buntung.
Saya tidak berjalan bahkan merangkak, saya hanya terbaring. Masih tersungkur dan berharap rentetan kejadian ini hanyalah mimpi.
Saya berdo'a sepanjang waktu, meratap dimanapun saya memejamkan mata.
Saya tau semua orang menyembunyikan fakta karna tidak ingin saya lebih terluka, tapi saya tau, meskipun mereka tidak mengatakannya.
Sabtu, 14 November 2015
Kalian tidak tau
Kalian tidak tau seberapa rasa kecewa yang aku rasakan, klian tidak tau betapa aku ingin memaki dan melontarkan semua pertanyaan2 itu kedepan kalian. Tapi aku menahan diri. Kutahan batinku agar tidak menjerit terlalu keras, kupaksa bibirku untuk tertawa sangat keras, kusembunyikan kemarahanku pada kelam malam dan dinginnya sejadah.
Aku masih menahan diri sekalipun aku sdar kalian tak setengah hati saat menyakiti. Kalian tau dan kalian sadar tapi tetap melakukannya. Kalian mengerti dan kalian paham tapi kalian tetap meneruskannya. Aku masih punya hati, maaf. Meskipun hati ini sudah tidak utuh lagi, aku masih berharap sisanya yg berserakan bisa terkumpul lagi.
Aku mencintainya, dia yang sekarang ada dalam genggaman kalian. Dia, yang sekarang ada pada pelukan salah satu dari klian. Benarkah klian menganggapku teman? Karena setauku, teman tak akan melanjutkan perlakuan apapun yang menyakiti teman lainnya.
Tapi terima kasih, telah membuatku melihat dengan sangat jelas, arti smua ini.
Minggu, 01 November 2015
Jarak
Dulu kita pernah sedekat nadi, tersenyum dan tertawa bersama. Saling bercanda dan mencubit berdua. Membunuh waktu dan menghabiskan kebersamaan yang ada. Saling lembar tatapan dan ciuman saat marah. Bertingkah konyol di mobil saat lagu "chandelier" diputar, berjoget dangdut saat karaoke berdua. Memeluk dari belakang dan pencium puncak kepala saat memasak untuk makan siang kita berdua, saling menjaga saat kita tidur siang di tempat yang sama. Pergi nonton atau makan berdua yang biasanya selalu kita awali dengan bermain di timezone atau funworld. Tapi lalu semuanya berubah.. Karena stu kesalahan kecil saya kehilangan kesempatan untuk menatapmu lebih lama, menciummu lebih takzim dan memelukmu lebih erat. Saya kehilangan kesemptan untuk berada di sampingmu dan meremas tnganmu saat ketakutan, saya lehilangan kesempatan untuk bercengkrama dan melihatmu tertawa lepas. Saya kehilangan banyak waktu sendirian untuk berangan-angan sedang apa kamu sekarang. Kamu tau? Apapum yang kamu lakukan untuk menjauh dari saya, kamu tetap ada dalam hati dan fikiran saya. Sekeras apapun kamu membuat saya membencimu, saya tetaplah orang yang memiliki rasa cinta sebesar dlu. Kita pernah sedekat nadi sebelum sejauh matahari.