Selasa, 17 November 2015

Tanya

Bolehkah aku bertanya?
Saat klian mulai dekat dengan mas dnang, apakah kalian tidak memikirkan kmungkinan bahwa teman kalian yg lain akan tersakiti? Saya?
Saat klian mulai keluar bersama, bercanda, berfoto bertiga tidakkah klian akan berfikir bahwa saya cemburu?
Saat klian menyentuh2 tubuhnya, menyembunyikannya dari saya dan membuatnya menempel dengan kalian tidakkah kalian berfikir saya akan kecewa?
Saat salah satu dari kalian terlibat cinta bersama mas dnang dan berlanjut tidakkah klian berfikir klian menginjak harga diri saya? Meskipun sekarang kalian tau saya tak punya harga itu lagi?
Saat kalian menggantikan peran saya disisi mas dnang tidakkah kalian berfikir seberapa sesak yang saya rasakan?
Saat klian mulai menyebut2 kata mama dan mengobrol dengan sangat lugas, tidakkah klian berfikir mungkin saja saya marah?

Tidakkah klian berfikir luka yg kalian buat akan terasa lebih sakit saat kalian menyembunyikan kebenarannya dan saya mulai tau sedikit demi sedikit?

Saya tau, saya tidak memiliki hidup itu lagi. Allah meminjamkan kehidupan itu untuk saya dan berharap saya mengambil hikmahnya. Saya tau, Allah tidak akan memberikan saya cobaan diatas kemampuan saya. Allah terkadang berbelas kasih dan meniupkan pada saya ketegaran itu, tapi saat saya mengetahui kenyataan yg lain, kalian tidak mau berbelas hati dan membuat saya tersungkur kembali.

Hai teman-temanku..
Maukah klian melakukan satu hal yang sangat berat seperti saya melakukannya? Maukah kalian tidak lagi punya, bersama, atau ikatan apapun dengan Sona Danang Jati?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar