Jumat, 30 Oktober 2015

Mencoba menyelesaikan segalanya

Terkadang jujur bisa sangat menyakitkan dan menghancurkan, karena itu dulu saya lebih memilih berbohong dan menyembunyikan semuanya ketimbang mengatakan dan menyakitinya.

Hingga sekarang saya masih bertanya kepada Allah. Dimana letak keadilan itu, meskipun saya tau Allah selalu adil. Saya hanya belum paham dimana letaknya. Kesakitan, sikapnya, perilakunya, kta2 kasarnya, saya selalu memaafkannya. Menganggapnya tidak pernah ada. Dulu tepat disisinya adalah tempat saya, tpi justru karena kesalahan saya pula lah saya membuatnya mendapatkan orang lain untuk menempati posisi itu.
Mencintai wanita itu seperti saya mencintainya. Berusaha sekuat mungkin agar wanitanya tidak merasa bersalah dan tersakiti karena saya. Menimpakan segala beban dan kesalahan pada pundak saya, menempatkan kesesakan dan air mata di relung hati saya. Saya tau saya kuat selama saya masih memiliki iman di hati saya, saya tau saya harus bertahan hidup untuk menebus kesalahan dan dosa saya. Saya tau seharusnya saya menyingkir jauh dari kehidupan dan hubungan mereka bertiga, tapi apa daya saya saat terkadang cemburu bisa membabi buta dengan begitu mudahnya? Saya tau menyesal tidaklah menyelesaikan segala hal. Tapi menyesal bisa menekan keinginan kita untuk tau, dan paham dimana letak kesalahan kita dan mulai memperbaikinya. E

Senin, 26 Oktober 2015

Rupa

Ya.. Dia cantik, mandiri, memiliki penghasilan sendiri, menyenangkan, baik, nggak tegaan. Saya tau. Saya tau, saya hanyalah sebutir pasir dibandingkan dia yang serupa pantai. Karena itulah saya membenci diri saya sendiri karena saya bukanlah pantai yang mampu membuat kamu jatuh cinta.

Senin, 19 Oktober 2015

Jujur

Kejujuran itu.

-"sebenarnya aku udah lama suka sama dia"
-"aku dan dia udah ciuman, mungkin lebih dari 10 kali, tanpa menyentuh apapun. Aku menghormati dan menghargainya"
-"pernah nonton di grand city dan tangannya tak gandeng"
-"pernah nggak pulang ke kos karna kekunci gerbangnya dan tidur di warnet lesehan 24 jam, dan disitu kami ciuman lama"

Jadi,, kenyataan apa lagi yang harus saya tau?

Minggu, 18 Oktober 2015

Nyesek

Saya tau kamu tidak mencintai saya, sudah tidak lagi mengasihi saya. Tapi tidak perlu sejalas dan terang2an seperti itu kan mencintainya di depan saya.
Nyesek..

Jumat, 16 Oktober 2015

Hal yang lucu

Seringkali hidup adalah hal yang lucu.
Kamu memaksa bibirmu tersenyum, menarik selebar-lebarnya untuk menunjukkan bahwa kamu baik-baik saja. Di hadapan orang lain, sakit dan kecewamu tak pernah berarti karena mreka tak merasakannya. Jadi kamu menikmati rasa sakit itu sendiri, memeluknya lebih erat saat durinya menancap lebih banyak, seolah kamu ingin merasakan semua sakit itu, semua luka itu agar berdarah sekarang, tak apa.. asal nantinya saat luka itu kering, duri yg sama tak akan menancap disana. Tapi itu hanya harapanmu saja kan? Nyatanya, lebih banyak duri yang menancap saat kamu memeluknya lebih erat dan sebelum kamu benar-benar menyadari darah kamu hampir habis karenanya, kamu sudah benar-benar remuk, luruh tak bersisa.
Seringkali hidup adalah hal yang lucu,
Kamu masih tetp mencintai dan mengasihi seseorang yng menghancurkanmu.

Kamu,, adalah aku.

Kamis, 15 Oktober 2015

Sempurna

Sempurna sudah, jatuh berdebam, terluka, berdarah, dan akhirnya luruh.
Itulah yg saya rasakan saat ini.
Tidak ada keinginan itu lgi, keinginan untuk ada, untuk hidup, melakukan apapun, mencapai tujuan, atau apapun. Sungguh saya tak ingin lagi melakukan hal apapun lagi, tidak ingin.
Sempurna sudah segala keinginan itu hilang dari akal saya,
Sempurna sudah jatuh dan skit yg saya alami,
Sempurna,
Sempurna sudah luka yg kalian buat,
Sangat sempurna. Terima kasih banyak.

Minggu, 11 Oktober 2015

Bersembunyi

Terkadang kita harus membuat keputusan tersulit yang akhirnya akan membuat kita terluka, dan kembali berjalan seakan tak pernah ada air mata. Bukan karena kita terlalu kuat menjalaninya, tapi hanya dengan cara itulah kita bertahan menyembunyikannya.

Kamis, 08 Oktober 2015

Sakit

Sudah berminggu-minggu, tapi hati saya belum juha membaik..
Sudah berbulan-bulan, tapi hati saya masih terluka, semakin dalam dan semakin berdarah.

Apa salah saya ke kalian bertiga?
Kenapa kalian sampai hati melakukan ini ke aku? Apa aku tidak seberharga itu?

Sabtu, 03 Oktober 2015

Janji

Apa itu janji?
Apakah anda pernah berjanji kepada seseorang tapi justru dia yang mengkhianatinya?
Saya pernah.

3 tahun saya hidup dalam rasa cinta yang menderu, mengutamakannya dan mengesampingkan diri saya sendiri. Memburu diri saya untuk menjadi lebih baik, lebih dari yang dia minta kalau bisa. Berjuang dalam hal apapun dengan kesungguhan yang belum pernah terlaksaba sebelumnya, hanya demi satu alasan. Lembut belaian telapak tangannya di kepala saya atas rasa bangganya.
Sampai hubungan kami kandas pun saya masih tetap memenuhi janji saya, untuk tidak menghapus kontak, dan merahasiakan pada 2 sahabat bahwa telah terbuka kenyataan sang mantan terkasih mencintai salah satu dari mereka. Alasan yang disebutkan membuat saya benar-benar nelangsa, "agar dia nggk terlalu merasa bersalah ke kamu, aku sayang dia, aku nggk mau dia sakit hati, dan dia sayang sekali sama kamu". Mungkin sang mantan berfikir bahwa orang yang diajaknya bicara sudah tidak punya hati lagi sehingha dia dengan mudahnya mengatakan itu. Tidak berartikah 2 thun saya bersamanya?

Tidak mengatakan apapun. Sederhana sebenarnya, cukup diam. Tapi hati meronta lebih kuat dari yang dibatasi, jiwa melolong lebih panjang dari yang didengar dan hati berdarah lebih dari yang saya tau. Andai saya bisa dan andai saya mampu.. Hal inilah yang ingin sekali saya katakan.

Kepada mantan terkasih,
Sayang...
Taukah kamu satu hal? Hingga detik ini, diatas semua sakit hati dan rasa kecewa yang kamu tinggalkan, saya masihlah pemilik cinta yang dulu, tidak berubah, berkurang sedikitpun tidak. Saya masihlah mencintai kamu sebesar dan sedalam dulu. Tapi taukah kamu sayang? Jika bisa kuputar waktu, satu hal yang ingin saya lakukan adalah, tidak membawa mereka diantara kita.
Sejujurnya, ya.. Saya menyesal membawa mereka diantara kita, dulu memang saya tidak berani menyebutkan alasannya, tapi sekarang kamu tau.

Untuk kedua sahabat saya,
Siapa saya bagi kalian?

Terima kasih untuk segalanya.

Jumat, 02 Oktober 2015

Kecewa

Kecewa..
Itulah yang saya rasakan saat pacar saya jauh lebih akrab dengan dua sahabat saya saat kami LDR.
Dua sahabat yang saya sayangi, yg seringkali keluar bersama saya dan pacar saya. Saya sangat kecewa, saat menyadari hubungan saya kandas di tahun kedua dan membuat mantan pacar saya itu menjadi jauh lebih rekat dengan kedua sahabat saya.
Kecewa, saat saya akhirnya tau.. Mereka jauh lebih sering menghabiskan waktu ber3, bercanda, srapan bersama, makan siang, makan malam, nonton bahkan membuat grup bertiga di chat entah whatsapp, line atau bbm. Saya justru tidak tau mantan saya menggunakan bbm sekarang. Semua akses kontak dblokir oleh mantan saya.
Sangat kecewa, sangaat sangaat kecewa saat ternyata mantan saya mengakui satu hal. Bahwa ternyata dia mencintai salah satu dari kedua sahabat saya, sahabat tempat saya bercerita hingga menangis saat saya ribut dengan pacar saya. Dan sialnya... Sahabat saya juga punya perasaan yg sama.
Mantan yg dulu tidak pernah memakai foto saya di aplikasi medsos apapun, yg tidak pernah menyebut nama saya satukalipun di medsosnya, mantan yang satu kalipun tidak memperkenalkan saya kepada teman-temannya justru melakukan itu kepada shabat saya yang dicintainya.
Ada rasa sesak, sakit sekali, dan penyesalan yang begitu dalam saat melihat kebelakang dan menyadari, justru sayalah yang membawa mereka bersama.
Sekarang,,, saya tak lebih dari seorang yg asing diantara mereka. Hanya orang asing.