Sabtu, 03 Oktober 2015

Janji

Apa itu janji?
Apakah anda pernah berjanji kepada seseorang tapi justru dia yang mengkhianatinya?
Saya pernah.

3 tahun saya hidup dalam rasa cinta yang menderu, mengutamakannya dan mengesampingkan diri saya sendiri. Memburu diri saya untuk menjadi lebih baik, lebih dari yang dia minta kalau bisa. Berjuang dalam hal apapun dengan kesungguhan yang belum pernah terlaksaba sebelumnya, hanya demi satu alasan. Lembut belaian telapak tangannya di kepala saya atas rasa bangganya.
Sampai hubungan kami kandas pun saya masih tetap memenuhi janji saya, untuk tidak menghapus kontak, dan merahasiakan pada 2 sahabat bahwa telah terbuka kenyataan sang mantan terkasih mencintai salah satu dari mereka. Alasan yang disebutkan membuat saya benar-benar nelangsa, "agar dia nggk terlalu merasa bersalah ke kamu, aku sayang dia, aku nggk mau dia sakit hati, dan dia sayang sekali sama kamu". Mungkin sang mantan berfikir bahwa orang yang diajaknya bicara sudah tidak punya hati lagi sehingha dia dengan mudahnya mengatakan itu. Tidak berartikah 2 thun saya bersamanya?

Tidak mengatakan apapun. Sederhana sebenarnya, cukup diam. Tapi hati meronta lebih kuat dari yang dibatasi, jiwa melolong lebih panjang dari yang didengar dan hati berdarah lebih dari yang saya tau. Andai saya bisa dan andai saya mampu.. Hal inilah yang ingin sekali saya katakan.

Kepada mantan terkasih,
Sayang...
Taukah kamu satu hal? Hingga detik ini, diatas semua sakit hati dan rasa kecewa yang kamu tinggalkan, saya masihlah pemilik cinta yang dulu, tidak berubah, berkurang sedikitpun tidak. Saya masihlah mencintai kamu sebesar dan sedalam dulu. Tapi taukah kamu sayang? Jika bisa kuputar waktu, satu hal yang ingin saya lakukan adalah, tidak membawa mereka diantara kita.
Sejujurnya, ya.. Saya menyesal membawa mereka diantara kita, dulu memang saya tidak berani menyebutkan alasannya, tapi sekarang kamu tau.

Untuk kedua sahabat saya,
Siapa saya bagi kalian?

Terima kasih untuk segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar